Rabu, 30 November 2011

Laporan Praktikum


LAPORAN
PRAKTIKUM FISIKA DASAR
Jembatan Wheatstone

Disusun Oleh :
                                                          Nama                : Muhammad Hasan
                                                          NIM                   : 115080500111018
                                                          Kelompok          : 148
                                                          Asisten              : Rio N.





FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011





1.1.Latar Belakang
        Arus listrik dalah aliran partikel-partikel bermuatan positif yang melalui konduktor  (walau sesungguhnya elektron-elektron bermuatan negatiflah yang mengalir melalui konduktor) (Kanginan,2006).
         Jembatan wheatstone adalah alat ujur yang ditemukan oleh samuel hunter christie pada 1883 dan meningkat dan di populerkan oleh sir charles wheatstone pada tahun 1843. Alat ini digunakan untuk suatu yang tidak diketahui hambatan listrik dengan menyeimbangkan dua kaki dari rangkaian jembatan satu kaki yang mencakup komponen diketahui (marausna,2010)
         Jembatan wheatstone adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu tahanan.

1.2.Maksud dan Tujuan
       Maksud dari tujuan praktikum fisika dasar tentang Jembatan Wheatstone ini adalah untuk mengetahui tahanan suatu penghantar dengan rangkaian Jembatan Wheatstone beserta perhitungannya.
       Tujuan dari praktikum fisika dasar tentang Jembatan wheatstone adalah untuk mengetahui tahanan suatu penghantar,dengan suatu rangkaian Jembatan Wheatstone.
1.3.Waktu dan Tempat
       Praktikum fisika dasar tentang Jembatan Wheatstone dilaksanakan pada hari selasa tanggal 15 november 2011 Pukul 09.00 - 11.15 WIB.Dilaboratorium ilmu-ilmu perairan gedung C lantai 1.Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang.



2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Pengertian Jembatan Wheatstone
            Jembatan wheatstone adalah susunan komponen komponen elektrokimia yang berupa resistor dan catu daya dengan fungsi untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan bantuan galvanometer (mediabali,2009)
Rangkaian jembatan wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan, yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatanvariable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara seri dan pada 2 titik diagonal lainnya diberi sumber tegangan (andhie,2010)
(gogleimage,2010)





2.2    Galvanometer
            Galvanometer adalah alat ukur yang memiliki kepekaan tinggi dipakai pada pengukuran dengan tegangan sangat kecil, bila akan terdapat suatu tegangan antara titik pada suatu jaringan listrik, maka arus akan mengalir pada alat pengukur yang dihubungkan antara kedua titik tersebut.(elka,2007)
            Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relatif besar, alat ini tidak dapat mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar. Karena komponen komponen internalnya yang tidak mendukung (media bali,2009)


(googleimage, 2010)
2.4    Manfaat Jembatan Wheatstone di bidang perikanan
   Dalam bidang perikanan perlu diciptakan alat yang dapat menggantikan tugas manusia untuk menghitung jumlah ikan saat peternakan ikan tersebut panen dan massa jualnya dalam jumlah yang lebih banyak dan waktu yang efisien. Sebuah alat penghitung ikan dibuat terdiri dari mikrokontruter dalam stara prinsip jembatan wheatstone (devitria,2010))



3.    METODOLOGI

3.1 Gambar Rangkaian
   
Keterangan :
Ps : power suply
Rx : hambatan yang belum diketahui nilainya
Rs : hambatan yang sudah diketahui nilainya
G : Galvanometer
Jw: Jembatan Wheatstone


3.2 Alat dan Fungsi
        Alat yang digunakan dalam percobaan Jembatan Wheatstone adalah :
    - Rangkaian jembatan Wheatstone jenis kawat geser : untuk mengetahui L1 dan L2
    - Power supply : untuk mengubah arus AC menjadi DC
    - Galvanometer kecil : untuk mengetahui arus listrik / hambatan dalam skala kecil
    - Kontak geser : untuk menghubungkan arus listrik
    - Tahanan standar : tahanan yang telah diketahui nilainya ( Rs) (10,12,15,33,47)
    - Kabel-kabel penghubung : untuk menghubungkan arus

   
3.3 Skema Kerja






Disiapkan alat dan bahan
 


Dihubungkansetiap alat sehingga menjadi sebuah rangkaian
 


Dinyalakan power suply
 


Diletakkan kontak geser pada jembatan wheatstone tepat di kawat mikrom
 


Diarahkan kontak geser ke kanan /kiri
 


Dihentikan saat jarum galvanometer menuju angka nol / bergerak
 


Dicatat l1 dan l2
 


Dirubah Rs (10,12,15,3,47)
 


Hasil
 
 




















4 PEMBAHASAN
4.1    Analisa Prosedur
                       Untuk melakukan praktikum fisika dasar larutan jembatan wheatstone,sebelumnya alat-alat yang di perlukan harus disiapkan,yaitu jembatan wheatstone jenis kawat geser yang digunakan untuk menambah arus AC menjadi DC dan menentukan sumber arus DC galvanometer untuk mendeteksi arus listrik atau hambatan yang ada pada jembatan wheatstone.RS digunakan sebagai tahanan standar yaitu tahanan yang nilainya sudah diketahui nilainya.kontak geser yaitu untuk memutus dan mengalirkan arus.
                        Setelah semua disiapkan,alat-alat tersebut di atas di rangkai menjadi suatu rangkaian jembatan wheatstone,power supply harus dinyalakan setelah itu letakkan kontak geser di geser,suatu kesempatan harus di buat kesepakatan itu adalah mengenai besarnya nilai L2 harus lebih besar daripada L1.
    Kontak geser yang telah di tempelkan pada kawat jembatan wheatstone di geser ke kanan,sehingga skala pada galvanometer pasti akan berubah,yaitu bergeser ke kanan atau ke kiri.setelah anak panah menunujukkan angka nol,pergeseran di hentikan.angka dimana kotak berhenti di catat.lalu power supply di matikan.kemudian nilai tahanan pada Rs(12Ω,15Ω,33Ω,47Ω) kemudian baru nilai Rx yang dipindah.percobaan dilakukan sperti di atas dan hasilnya dicatat menggunakan kawatnikrom karena memiliki hambatan yang konstan.karena hambatan dan kuat arus membesar”POWER SUPPPLY” dimatikan untuk menghindari terjadinya arus pendek

4.2 Data pengamatan
NO
Rs (ohm)
Rx
L1 (cm)
L2 (cm)
1
10
49
51
2
12
43
57
3
15
48
52
4
33
48
52
5
47
39
61

4.3 Perhitungan

      Polaritas A
Rx1= 10.51/49 = 10,4             
Rx2= 12.57/43 = 15,9
Rx3=  15.52/48 = 16,25
Rx4= 33.52/48 = 35,75
Rx5= 47.61/39= 73,51
Rx ̅=10,4 + 15,9 + 16,25 + 35,75 + 73,51/5= 30,36


NO
Rx
l Rx- Rx ̅   l
l Rx- Rx ̅   l ²
1
10,4
19,96
398,4
2
15,9
14,46
209,09
3
16,25
14,11
199,09
4
35,75
5,39
29,05
5
73,51
43,15
1861,9

∑ = 151,81

2697,53
  


Ralat Mutlak                                                    Keseksamaan :
ʎ=√ l Rx- Rx ̅   l ² (/(n (n-1)))                           K = 100 % - 38,24 %
     
=√(2697,53/5.4)                                                  = 61,76 %
      = 11,61

Ralat Nisbi
I  =  (A/Rx) ̅  x 100%
   = 11,61/30,36  x 100 %
   = 38,24 %

HP1 = Rx ̅ +  A
        = 30,36  + 11,61
        = 41,97
HP2 = Rx ̅ -A
        = 30,36 – 11,61
        = 18,75
  
4.4 Analisa Hasil           
                      Berdasrkan praktikum jembatan wheatstone dapat diketahui bahwa pada polaritas A,Rs=10Ω,L1=49Ω dan L2=51Ω,Rs=12 L1=43Ω dan L2=57Ω, R3=15Ω,L1=48Ω dan L2=52Ω,Rs=33Ω,L1=48 dan L2=52Ω,Rs 47Ω,L1=39Ω dan L2=61Ω Rx1=10,4, Rx2=15,9  Rx3=16,25, Rx4=35,75 , Rx5=73,51,
Rx ̅    = 30,36, ∑(Rx-Rx)2 =2697,53  ralat mutlak(A)= 11,61, ralat nisbi(I)=38,24%, keseksamaan K=61,76%, Hp1=41,97, Hp2=18,75

 
5.PENUTUP
5.1.Kesimpulan
        Kesimpulan yang diperoleh pada praktikum Jembatan Wheatstone ini adalah:
    Rangkaian Jembtan Wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan yang mana dua dari hambatan tersebut adalah hambatan tersebut adalah hambatan variabel.
    Galvanometer adalah alat pengukur kuat arus yang sangat lemah .Cara kerjannya sama dengan Amperemeter,Voltmeter, dan Ohmmeter, ketiga alat itu cara kerjanya sama dengan motor listrik,tapi karena dilengkapi pegas,maka kumparannya tidak berputar.
       Alat-alat yang digunakan pada praktikum fisika dasar  tentang Jembatan Wheatstone
adalah Galvanometer,Kabel,Kontak Geser, Jembatan Wheatstone,Power Supply, Resistor Standar,Resistor Variabel.
  Rx ̅    = 30,36,           ∑(Rx-Rx)2 =2697,53                          ralat mutlak(A)= 11,61,
ralat nisbi(I)=38,24%   keseksamaan K=61,76%,      Hp1=41,97, Hp2=18,75

5.2.Saran
      Pada praktikum fisika dasar tentang Jembatan Wheatstone agar praktikan lebih serius. Jika salah sedikit dalam pengamatan maka bisa didapat data yang tidak tepat. Kepada asisten meja lebih mendampingi praktikannya.



 
DAFTAR PUSTAKA
Andhie , 2010 Teori dasar jembatan wheatstone
                        www. Andhie13student.umum.ac.id diakses tanggal 15november 2011 pukul 18.00 WIB
Devi,ria 2010 jembatan wheatstone www.deviria.blogspot.com diakses tanggal 15 november 2011 pukul 18.00 WIB
Kanginan, Marthein    2006.    Fisika. Erlangga. Jakarta
Marausna        2010. http://marausna.wordpress.com/2010/15/12/jembatan-
            wheatstone/ Diakses pada tanggal 10 Desember 2010
            pukul 15.00 WIB

Media Bali, 2009 jembatan wheatstone ,listrik www.mediabali.net  diakses tanggal15 november 2011 pukul 18.00 WIB

1 komentar: